Gubernur Sulut Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kanisah Boulevard GMIM Getsemani Sakobar

  • Whatsapp
Peletakkan batu pertama pembangunan Gereja Kanisah Boulevard.

MANADO, KARABAS.ID – Tepat di hari ulang tahunnya ke-60, Gubernur Sulut Olly Dondokambey meletakkan batu pertama pembangunan Kanisah Boulevard GMIM Getsemani Sario Kota Baru (Sakobar), Kamis (18/11/2021). Ini juga menjadi momentum dikarenakan olly Dondokambey didaulat sebagai Ketua Panitia Pembangunan Kanisah Boulevard ini.

Kegiatan yang dihadiri yang dihadiri Walikota Manado Andrei Angouw, Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Plt Sekprov Gammy Kawatu dan Dirut PD Pasar Roland Roeroe diawali dengan Ibadah yang dipimpin Ketua Sinode GMIM Pdt. Dr. Hein Arina M.Th.

Dalam sambutannya, Olly Dondokambey yang juga sebagai Ketua Panitia Pembangunan Kanisah mengatakan, kita harus berkeyakinan bahwa Tuhan akan selalu menyertai pembangunan gedung Gereja ini.

“Target kami, lima sampai enam bulan gedung Gereja ini akan selesai. Asalkan seluruh Jemaat, Pelsus dan Pendeta harus diberi kekuatan, kemampuan dan kekompakan agar bisa bekerja bersama sama,” tutur Dondokambey.

Sementara itu, dr Roland Roeroe yang juga salah satu Panitia pembangunan menjelaskan, bahwa ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami jemaat GMIM, karena yang menjadi Ketua Panitia Pembangunan adalah Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

“Ini merupakan hari yang sangat berbahagia, karena telah dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Gereja. Komitmen yang tinggi juga dari Ketua Panitia bapak Olly Dondokambey untuk membangun Gereja ini,” ucap Dirut PD Pasar Manado ini.

Roeroe juga menyampaikan selamat ulang tahun yang ke 60 tahun untuk Gubernur Olly Dondokambey yang bertepatan juga dengan acara peletakan batu pertama gedung Gereja.

“Sebagai Ketua Panitia, Kami mengharapkan di HUT yang ke enam puluh (60) tahun ini, Gubernur akan menunjukan komitmen yang kuat untuk membangun Gedung Gereja ini bersama dengan jemaat GMIM Getsemani Sakobar,” kata Roeroe lagi.

Kegiatan ini tetap menggunakan standart Protokol kesehatan yang ketat. (*/RoKa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.