MANADO,KARABAS.ID – Duka belum sepenuhnya usai dari insiden tragis terbakarnya KM Barcelona V di perairan sekitar Pulau Talise. Hingga hari ini, dua jiwa masih dinyatakan hilang, dan upaya pencarian terus berlangsung. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memastikan Posko Penanggulangan Bencana akan tetap siaga selama 10 hari ke depan, sebagai wujud komitmen penuh untuk menuntaskan proses evakuasi dan penanganan korban.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, dengan suara tegas namun penuh keprihatinan, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan simpati dan empati atas tragedi ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat nelayan di sekitar lokasi kejadian. Tanpa ragu, mereka turun tangan, mempertaruhkan nyawa demi menolong sesama. Ini adalah solidaritas sejati yang tidak bisa dibeli dengan apapun,” tegas Gubernur saat Rapat Paripurna DPRD Sulut, Selasa (22/08/2025).
Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur memastikan akan memberikan penghargaan resmi kepada seluruh nelayan yang telah berjasa dalam penyelamatan para korban.
“Keberanian mereka adalah wajah asli kemanusiaan. Pemerintah tidak akan menutup mata. Setiap tetes keringat mereka adalah nyawa yang terselamatkan,” tambahnya.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling , SE dengan tegas mengumumkan akan memberikan penghargaan resmi kepada para nelayan yang terlibat langsung dalam proses evakuasi korban KM Barcelona yang terbakar di perairan Sulut, Minggu 20 Juli 2025.
.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulut yang membahas Ranperda RPJMD 2025–2029, Gubernur menegaskan bahwa ketulusan dan keberanian nelayan yang bahu-membahu menyelamatkan nyawa sesama adalah wujud nyata semangat gotong royong yang menjadi jiwa bangsa.
“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata pemerintah hadir dan mengakui jasa luar biasa masyarakatnya yang telah mempertaruhkan keselamatan diri untuk menolong sesama,” ujar Yulius Selvanus penuh semangat.
Kisah pilu ini menjadi cermin bagi semua, bahwa dalam bencana, yang pertama kali hadir seringkali adalah tangan-tangan rakyat biasa — para nelayan, dengan perahu seadanya, melawan amukan api dan gelombang demi satu tujuan: menyelamatkan hidup manusia. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya, tegas Gubernur. (*/RoKa)









