Pemerintah di Wilayah Tabi-Saireri Transparan Dana Otsus Lewat Workshop

  • Whatsapp

SENTANI,KARABAS.ID – Forum kepala daerah wilayah adat se-Tanah Tabi dan Saireri, mengelar kegiatan workshop terkait evaluasi penggunaan alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diserahkan pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi Papua selama 19 tahun terakhir, di dua wilayah adat tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tokoh agama, Tokoh perempuan, dan Tokoh pemuda di masing-masing wilayah adat Tabi dan Saireri, dan Ketua-Ketua Paguyuban di Hotel Suny Garden Like Sentani, Kabupaten Jayapura , Provinsi Papua, pada Senin (24/8/2020).

Dalam sambutan Bupati Mathius Awoituw SE. M.Si selaku Ketua Forum Kepala Daerah Tabi-Saireri, mengatakan persoalan otsus ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat bagi seluruh kalangan, dengan berbagai macam pandangan yang berbeda.

“Yaitu ada yang mengatakan otsus gagal jadi jangan dilanjutkan, kemudian juga ada yang mengatakan otsus lanjut, dan lain sebagainya, yang akhirnya pihak pemerintah yang dituduh menjadi pelakunya,” ungkap Mathius.

Merasa bagian dari pemerintah maka pihaknya berinisiatif melakukan kegiatan tersebut untuk memaparkan pengunaan dana otsus di dua wilayah adat tersebut.

“Oleh karena hal inilah, maka kami wilayah Tabi dan Saireri berinisiatif mengelar kegiatan evaluasi ini, dengan melibatkan seluruh perwakilan Tokoh-Tokoh dan instansi terkait, untuk menerangkan dana otsus yang kami gunakan selama ini. Supaya melalui adanya kegiatan ini mereka tahu pengunaan dana otsus di dua Wilayah ini,¬† agar masyarakat kita tidak teriak-teriak lagi soal Otsus,” ucap Mathius Awoitauw dalam sambutannya.

Katanya, pada kesempatan ini pihaknya akan menyampaikan secara jelas tentang apa yang diterima pihaknya dari Otsus, dan bagaimana pengelolaannya, kemudian apa saja tantangan dan persoalannya.

“Saya pikir hanya dengan cara ini, kami bisa keluar dari perdebatan-perdebatan panas, yang saat ini membuat telinga kita sakit medengarnya, yang ujung-ujungnya pasti kita pihak pemerintah yang dipersalahkan. Sehingga pada kesempatan ini kami akan menjelaskannya secara transparan,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan pihaknya itu merupakan hal yang sangat baik dan penting sekali.

Karena selain diketahui masyarakat Tabi dan Saireri, tentunya nanti pihaknya juga akan mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilengkapi pihaknya agar kedepannya pengelolaan dana otsus di dua wilayah adat tersebut bisa terlaksana secara baik sesuai aturan yang berlaku.

“Jadi kegiatan yang kami gelar ini sangat penting. Karena dengan begini kita bisa melihat bahwa apakah otsus ini gagal atau otsus ini berhasil, sehingga kita akan tahu dan melihat disana mengenai kebijakan otonomi khusus yang sudah berlaku sejak tahun 2001 lalu,” tuturnya.

Pria yang juga merupakan Bupati Jayapura itu berharap, evaluasi penggunaan dana otsus yang dilakukan pihaknya, itu juga harus perlu diikuti oleh beberapa daerah di wilayah adat lainnya yang ada di provinsi Papua. Agar bersama-sama menyerahkan laporan kepada pemerintah provinsi Papua, dan juga pihak DPR Papua serta dilanjutkan ke pemerintah pusat. Supaya hal ini akan menjadi masukan yang baik dalam revisi undang-undang otsus ke depan.

“Kegiatan evaluasi Otsus yang kami lakukan oleh sejumlah pemerintah Kabupaten dan satu kota di wilayah adat Tabi dan Saireri¬† ini bertujuan agar undang-undang otsus ini benar-benar dilaksanakan sesuai dengan isi dari undang-undang otsus di Papua,” pungkasnya.

Ia menuturkan, sesuai dengan tujuan dari undang-undang otsus itu hanya ada tiga hal yaitu yang pertama mengenai proteksi terhadap orang asli Papua, kemudian mengenai keberpihakan terhadap orang asli Papua dan pemberdayaan ekonomi terhadap orang asli Papua.

“Jadi yang pastinya itu kita ingin Otsus ini bisa benar-benar dilaksanakan¬† sesuai dengan isi dari undang-undang otsus itu. Agar apa yang menjadi harapan kita bersama tentang otsus, itu dapat terlaksana secara baik,” harapnya. (JeKa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.