Peserta Musda KBPP Polri Sulut Curiga ada Intervensi Jelang Pemilihan

  • Whatsapp

MANADO,KARABAS.ID – Aroma intervensi pada pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Daerah Sulawesi Utara (Sulut) menyeruak. Indikasi itu mengemuka pasca adanya issu yang dikatakan oleh Fice Montolalu saat rapat persiapan musda dilaksanakan di polda Sulut, Rabu (24/11/2021).

Menurut Fice sesuai arahan ketum bahwa yang lolos sebagai calon hanya dua kandidat. Mendengar hal tersebut sontak mendapat reaksi dari panitia dan para pengurus Resort.

“Itu bukan urusan anda, dan masalah pencalonan itu domain panitia pelaksana musda bukan disini tempatnya, disini hanya membahas kesiapan panitia dalam proses penjemputan pengurus pusat dan segala yang di butuhkan dalam musda nantinya,” kata Marto.

Selain itu juga santer ada issu terkait ‘dicoretnya’ salah satu nama calon kuat Ketua KBPP Polri. Padahal, nama yang dicoret itu sudah dipastikan bakal mengisi jabatan Ketua KBPP Polri.

Pasalnya, satu nama itu memiliki banyak dukungan dan dorongan dari anggota bahkan ketua resor KBPP Polri di jajaran Sulut.

Bagaimana nama calon kuat itu dicoret, diduga karena dijegal oknum petinggi Polda Sulut.

Berhembus kabar, upaya itu dilakukan karena, oknum petinggi Polda Sulut ini memiliki nama untuk dicalonkan sebagai ketua KBPP Polri bahkan oknum berpangkat Kombes tersebut menggerakan kasat kasat bimas untuk menjalankan misi terselubung itu.

Menyeruaknya intervensi pada Musda KBPP Polri mendapat tanggapan dari Ketua KBPP Polri Resor Tomohon Mario A.Rumbani, SE.

“Informasi ini mungkin keliru dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Pengurus Pusat terdiri dari orang-orang hebat yang sudah terbiasa dengan proses demokrasi pasti akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para calon-calon untuk bertarung secara fair tapi pun jika informasi ini benar maka kami akan mempertanyakan secara langsung dalam pelaksanaan Musda nanti,” kata Rumbani, Selasa (23/11/2021).

Menurut Rumbani, bagaimana syarat untuk menjadi calon ketua, semua anak kandung yang merupakan darah daging anggota Polri memiliki hak yang sama untuk dipilih sebagai ketua, selama yang bersangkutan berkomitmen untuk membangun serta membesarkan organisasi dan mau bersinergi dengan institusi Polri.

“Perlu diketahui bahwa KBPP Polri adalah organisasi bagian dari Polri bukan mitra Polri, karena kami adalah daging Polri itu sendiri. Terkait pelaksanaan screaning yang dilaksanakan Direktorat Intelkam Polda Sulut bagi calon-calon ketua menurutnya itu sah-sah saja untuk mengetahui latar belakang calon ketua KBPP Polri Polda Sulut nantinya,” sebutnya.

Hanya saja, itu tidak menjadi syarat mutlak dalam pencalonan. Nantinya jika dalam proses screaning didapati yang bersangkutan bukan anak polisi jelas tidak bisa maju.

“Tapi selama yang bersangkutan anak polisi tidak masalah apalagi proses screaning tidak diatur secara jelas dalam AD/ART maupun Peraturan Organisasi terkait isu bahwa Pengurus Pusat sengaja meminta dilaksanakan screaning untuk menjegal salah satu calon yang akan maju,”sebutnya.

Lebih lanjut, pria low profile yang banyak terlibat dalam organisasi-organisasi kepemudaan maupun organisasi Gereja di Kota Tomohon ini berharap pelaksanaan Musda akan berjalan dengan lancar sesuai waktu yang ditentukan.

Sementara itu sekretaris Resor kota kotamobagu juga angkat bicara, menurutnya dengan beberapa kali di tundanya pelaksanaan musda kbpp polri ini membuat kami pengurus resort curiga berat bahwa ada agenda khusus yang akan dimainkan oleh oknum oknum yang berkordinasi dengan pengurus pusat, untuk itu sebagai sekretaris resort kota kotamobagu atas nama organisasi menegaskan jangan ada lagi pola pola kotor dimainkan dalam musda ke KBPP Polri sulut ini, tidak boleh ada diskriminasi terhadap calon calon dan biarkan mereka bertarung secara demokratis tanpa adanya intervensi dari pihak manapun karena seluruh kandidat yang maju sebagai calon ketua kbpp polri sulut adalah anak polisi yang memiliki hak serta kedudukan yang sama di dalam organisasi tercinta ini.

“Kepada oknum oknum yang mencoba bermain kotor kami ingatkan untuk urungkan niat dan mari kita laksanakan musda ke V ini secara profesional bermartabat sesuai AD ART organisasi. Siapapun yang terpilih sebagai ketua memiliki tanggung jawab untuk membesarkan organisasi dan menjalankan organisasi ini dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab,”  ketusnya.

Untuk diketahui 4 kandidat calon ketua KBPP Polri Sulut telah discreaning oleh direktorat intelkam polda sulut antara lain Mecky Taliwuna, Agustinus Sinaulan SE, Adolfien Wangania SH, Hendra Abarang. (*/RoKa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *