Visi dan Misi Pemprov Berhasil Mendorong Pembangunan di Sulawesi Utara

  • Whatsapp
Presiden Jokowi mengamati kondisi terminal penumpang Bandara Sam Ratulangi Manado saat kunjungannya ke Sulut 2019 lalu.
Ditengah pandemi, Sulut berhasil melakukan lompatan besar dengan melakukan ekspor hasil pertanian dan kelautan. Tampak Gubernur Sulut Olly Dondokambey melepas ekspor ke Jepang langsung dari Bandara Sam Ratulangi Manado, Rabu 23 September 2020 malam. (foto:ist)

DALAM kurun waktu lima tahun terakhir terjadi perubahan besar di Sulawesi Utara (Sulut). Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw berhasil menghentar Pemerintah Provinsi Sulut dalam meraih pencapaian di berbagai bidang.
Semua pencapaian dari visi dan misi yang ditetapkan sejak awal memimpin Sulut pada 2016, tak lepas dari dukungan segenap komponen masyarakat Sulut.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey bersama Wagub Steven Kandouw dan Forkopimda saat membawa bantuan ke daerah kepulauan di wilayah Kabupaten Minut, Jumat 26 Mei 2020.(foto:ist)

Visi tersebut adalah terwujudnya Sulut Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian Dalam Berbudaya.

Visi ini dijabarkan melalui tujuh misi. Yang pertama, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumber daya kemaritiman, serta mendorong sektor industri dan jasa.
Kedua, memantapkan SDM dan berdaya saing. Ketiga, mewujudkan Sulut sebagai destinasi investasi pariwisata yang berwawasan lingkungan.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Sulut Steven Kandouw usai menyalurkan bantuan bagi warga di Pulau Mantehage dan Naen, meninjau lokasi pariwisata Pasir Timbul yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan. (foto:ist)

Keempat, mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri. Kelima, memantapkan pembangunan infrastruktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan. Keenam, mewujudkan Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur. Ketujuh, mewujudkan Sulut yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.

Dan terbukti, visi dan misi tersebut mampu mendorong pembangunan Sulut di berbagai sektor. Keamanan dan kerukunan di daerah senantiasa stabil. Berdasarkan hasil survei dari Kementerian Agama RI, indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Sulawesi Utara berada pada peringkat keempat dari 34 provinsi di Indonesia.
Keamanan dan kerukunan adalah modal dasar dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan sehingga harus terus dipertahankan.

Gubernur Olly Dondokambey saat menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif, di ajang Government Award 2019.(foto:ist)

Dilihat secara makro, perkembangan Sulut menunjukkan progress yang positif. Pertumbuhan ekonomi daerah dari tahun 2016 hingga tahun 2019 selalu berada diatas 6 persen dan juga berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Capaian yang paling signifikan adalah penurunan angka kemiskinan melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK). Sebelum itu, kemiskinan di Sulut berada pada angka 8,98 persen. Sampai akhir tahun 2019, berhasil menurunkan 1 digit angka kemiskinan mencapai 7,51 persen.

Penurunan angka kemiskinan telah menjadikan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan mendulang sukses, bahkan telah menerima penghargaan Top 99 Inovasi Pemerintah Daerah serta Penghargaan Adhi Purna Prima Award, sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah se-pulau Sulawesi.

Masyarakat juga patut berbangga karena buah dari upaya mengendalikan inflasi dan gejolak harga di daerah, telah turut menjadikan Sulut sebagai salah satu provinsi terbaik di Indonesia dalam hal pengendalian inflasi daerah. Secara year on year, inflasi di Sulawesi Utara pada akhir tahun 2019, masih terkendali dan sesuai dengan target provinsi dan nasional, yakni 3 persen.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat menerima kedatangan petani semangka dari Desa Bajo Tatapaan, Minsel, di kediamannya di Kolongan Minut, Kamis 20 Agustus 2020. (foto:ist)

Kemudian, Gubernur Olly dan Wagub Steven juga mampu meningkatkan dan mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah ini. Dari angka 71,05 di tahun 2016 menjadi 72,20 pada tahun 2019. Bahkan Nilai Tukar Petani (NTP) terus mengalami peningkatan. Terlebih Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang di atas 100 persen.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat menerima kedatangan petani semangka dari Desa Bajo Tatapaan, Minsel, di kediamannya di Kolongan Minut, Kamis 20 Agustus 2020.(Foto: dok/tonny)
Selain itu, progres pembangunan sektor pariwisata Sulut juga patut bersyukur karena terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sarana dan prasarana pendukung di sektor pariwisata harus terus dibenahi, terlebih pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang yang telah ditetapkan sebagai salah 1 dari 5 destinasi super prioritas di Indonesia.

Gubernur Olly Dondokambey menjelaskan kepada Presiden RI Joko Widodo terkait potensi dan rencana serta kendala dalam pengembangan KEK pariwisata Sulut. Tampak Presiden Jokowi saat meninjau Likupang. (foto:ist)

Sangat dibutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan di Sulawesi Utara terus berjalan optimal. Gubernur dan Wagub dalam setiap kesempatan selalu mengajak segenap komponen masyarakat untuk terus bersinergi, melahirkan inovasi-inovasi konstruktif, menghasilkan terobosan-terobosan dan lompatan-lompatan strategis untuk memacu berbagai sektor pencapaian yang ada, dan membawa Sulut semakin hebat lagi. (ADVE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.